Inilah pengobatan dari WAHYU menyembuhkan ASAM URAT

 

Tubuh kita memiliki berbagai macam organ yang berfungsi untuk menjalankan sistem metabolisme tubuh.

Dalam kasus Asam Urat, organ tubuh yang fungsinya terganggu yaitu Ginjal.

Ginjal yang berfungsi sebagai penyaring kotoran, fungsinya menjadi terganggu saat banyak menampung zat purin yang berlebihan karena kurangnya asupan air.

Zat purin tersebut berasal dari makanan yang mengandung protein tinggi, seperti daging merah, daun singkong, daun bayam, kacang, tempe, dan tahu.

Zat purin yang terlalu banyak di Ginjal karena kurangnya asupan cairan di dalam tubuh, membuat Ginjal tidak dapat mengolah purin secara sempurna.

Zat purin yang tidak terolah sempurna tersebut akan mengkristal di dalam Ginjal, sehingga Ginjal mudah mengalami kebocoran.

Kristal-kristal ini akan terbawa ke aliran darah yang mengalir ke saraf dan sendi.

Jika dibiarkan, kristal itu akan menumpuk dipersendian sehingga menimbulkan rasa sakit.

Inilah yang disebut radang persendian atau yang dikenal dengan penyakit Asam Urat.

Kita perhatikan organ utama yang rusak adalah Ginjal,
maka kita harus mengetahui bagaimana Ginjal dapat kembali berfungsi dengan baik.

Dalam kajian Thibbun Nabawi, zat yang dapat men-support Ginjal adalah air.

Air memiliki sifat dingin, dari sifat dingin ini kita bisa menentukan waktu pengobatannya. Dingin itu identik dengan Pagi dan Malam, sehingga waktu pengobatan yang tepat untuk penderita Asam Urat adalah Pagi dan Malam.

Lalu, obat dan terapi apa yang cocok untuk penderita Asam Urat ?

Dalam kajian Thibbun Nabawi, sifat yang disenangi oleh organ Ginjal adalah Asam dan Basah sehingga obat yang cocok dengan sifat Ginjal itu adalah obat yang memiliki sifat Asam dan Basah.

Maka kita akan cari, obat apa yang bersifat Asam dan Basah ?

Obat / herbal alami yang memiliki sifat tersebut adalah Madu dan Habbatussauda.

Sifat Asam dan Basah yang dimiliki Madu dan Habbatussauda mengandung vitamin B kompleks.

Vitamin B kompleks berfungsi memperbaiki fungsi ginjal yang rusak, menambah sistem imun, dan …

Dapat menghancurkan kristal-kristal Asam Urat menjadi Asam Manfaat yang baik bagi metabolisme tubuh.

Dalam kajian Thibbun Nabawi, terapi yang tepat untuk Asam Urat adalah Bekam / Hijamah yang dilakukan di waktu Dhuha.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

“Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit, …. ” [HR. Bukhari dan Muslim]

Dari hadits ini jelas bahwa waktu terbaik untuk sendi adalah waktu Dhuha.

Dalam hadits tersebut bisa kita ambil pelajaran, ternyata waktu Dhuha ini sinar matahari sangat baik
untuk kesehatan tubuh. Maka sebelum berbekam, dianjurkan untuk berjemur terkena sinar matahari pagi terlebih dahulu kemudian lakukan Shalat Dhuha memohon kesembuhan pada Allah. Hal ini dilakukan agar tubuh menjadi segar, sistem imun kuat, tubuh mendapat vitamin D, serta peredaran darah menjadi lancar.

Setelah kristal Asam Urat dihancurkan oleh Madu dan Habbatussauda, kristal yang hancur tersebut akan terbawa ke aliran darah yang mengalir lancar setelah berjemur sinar matahari, lalu menempel di lapisan kulit. Disinilah fungsi bekam di waktu Dhuha yang berperan mengeluarkan kristal bercampur darah kotor penyebab Asam Urat

TIPS SEHAT UNTUK PENDERITA ASAM URAT

– Konsumsi 2 sendok teh madu yang bersifat asam seperti madu sumbawa atau randu diaduk dengan air 100 ml, kemudian ditambah 3 kapsul minyak Habbatussauda,  diminum saat pagi dan petang

– Perbanyak minum air putih

– Perbanyak olahraga meskipun hanya jalan santai

– Batasi makanan berprotein tinggi

– Terapi bekam sebulan sekali diwaktu dhuha

– Perbanyak shalat Dhuha memohon kesembuhan pada Allah

Oleh : Ustadz Febri Sugianto
Pakar Thibbun Nabawi ( Pengobatan Ala Nabi )

Bagikan Pesan ini, Agar ilmu menyebar luas

 

 

 

 

Pemesanan Hubungi :

Whatsapp : 0896 3558 3750

2 Replies to “Inilah pengobatan dari WAHYU menyembuhkan ASAM URAT”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *